https://youtu.be/omzHIjSLaichttps://youtu.be/omzHIjSLaichttps://youtu.be/omzHIjSLaic

ditvnews.com, Medan- Drs Amrin SH atau yang akrab disapa Mas Raden, merupakan sosok inspiratif yang bisa dijadikan sebagai panutan di Kota Medan. Pria berusia 62 tahun ini, punya segudang prestasi yang presisi, serta bekal kehidupan yang mungkin tidak terpikirkan oleh manusia lainnya. Pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) dinas pendidikan yang telah mengabdi selama 33 tahun untuk negara. Raden menceritakan awalnya ia melihat istri duduk dekat dan suka baca-baca buku. Ia lantas terpikir untuk menaruh novel di gerai jamu miliknya. Kemudian diperbanyak novel, hingga akhirnya kawan-kawannya dan langganan yang minum jamu terpancing juga untuk baca novel. Dengan demikian, Raden berfikir untuk menambah koleksi novel itu tadi. Untuk yang pertama, Raden sediakan novel-novel. “Akhirnya saya sediakan novel-novel satu gerobak dan jamu satu gerobak. Lama kelamaan orang sekitar jamu kita di Jalan Karya Jaya umumnya di Kelurahan Gedung Johor ini terpikat juga untuk membaca novel terutama ibu-ibu,” sebut Raden. Maka, Raden berfikir tidak lagi untuk menyediakan novel, tapi berusaha untuk menyediakan semua buku yang memang cocok untuk dibaca oleh masyarakat umumnya di gedung Johor. “Akhirnya saya tambah buku karena tidak cukup lagi satu gerobak. Saya buat di dalam kios yang waktu itu kita buka di Jalan Karya Jaya,” sebutnya. “Jadi, akhirnya berkembang motivasi minat baca orang pada saat itu, pada tahun 2006. Karena pada tahun itu, orang kan belum seperti sekarang ini dalam memainkan internet. Sehingga minat baca orang melalui buku sangat drastis,” sambungnya. Masih kata Raden, apakah orang yanh datang memang orang yang spesial untuk baca buku ke kios ataukah orang yang minum jamu sambil baca buku. Raden mempersilahkan dan tidak membatasi yang datang, apakah hanya baca buku atau keduanya “Yang penting memang bukunya kita sediakan selengkap-lengkapnya,” jelasnya. Sementara itu, Rahmat salah seorang pelanggan Jamu Mas Raden mengatakan alasan dirinya datang karena penasaran. “Katanya disini ada tukang jamu yang memiliki ribuan koleksi. Salah satu bukunya ada yang sulit dicari. Yaitu buku Di Bawah Bendera Revolusi Soekarno. Tadi saya disini membaca dan menemukan ternyata benar-benar ada,” kata Rahmat. “Ini sebagai apa ya, sebuah hal yang baru ya, yang jarang dipikirkan orang tapi ada dan memiliki banyak manfaat. Tadi sudah juga berkomunikasi dengan pak Raden pemilik dari toko buku ini Katanya koleksi bukunya sudah sampai sekitar puluhan ribu,” sambungnya. Rahmat merasa salut karena mengetahui Raden membeli buku-bukunya dari hasil jual jamu. “Jadi setiap dia jual jamu, penghasilannya disisikan untuk membeli buku-buku yang baru. Tak jarang pula dia dapat request dari pelanggannya untuk beli buku yang ini pak, Andre Hirata, Buya Hamka atau buku apapun itu. Pokoknya saya salut sama pak Raden ini, Toplah,” pungkas Rahmat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here