Selama Mei 2019 ada dua laporan terkait penyerangan harimau terhadap masyarakat di Kabupaten Padang Lawas (Palas). Serangan harimau kepada warga masyarakat di Kabupaten Padang Lawas sebanyak dua kali terjadi pada tanggal 16 Mei 2019 di Kecamatan Ulu Barumun dan tanggal 26 Mei 2019 di Kecamatan Sosopan.

informasi yang diterima Bidang Konservasi Wilayah III Padang Sidimpuan dari Polsek Sibuhuan Barumun, pada Jumat 17 Mei lalu,adanya konflik satwa diduga Harimau Sumatera di Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas, yang menewaskan seorang warga. Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, pada hari itu juga Tim BBKSDA Sumatera Utara yang diwakili Bidang Konservasi Wilayah III Padang Sidimpuan segera menuju Desa Siraisan dan berkoordinasi dengan Kepala Desa, Koramil 08/Sibuhuan serta Polsek Sibuhuan Barumun. Hasil koordinasi, tim mendapat penjelasan bahwa korban merupakan seorang petani. Korban bernama Abu Sali Hasibuan 61 tahun seorang petani meninggal dunia pada Kamis lalu.korban ditemukan di kebun karet akibat diserang binatang buas yang diduga seekor Harimau Sumatera.

Kemudian pada hari Minggu 26 Mei lalu, BBKSDA kembali mendapatkan informasi terkait terjadinya konflik satwa Harimau Sumatera dan kali ini di Desa Pagaran Bira Jae, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas. Dalam peristiwa itu seorang warga mengalami luka-luka.

Korban bernama Faisal Hendri Hasibuan 48 tahun yang bekerja sebagai petugas penyuluh lapangan di Dinas Pertanian, menderita luka-luka pada sekujur tubuhnya (luka robek pada bagian belakang kepala, luka robek pada bagian kepala samping kiri, luka cakar pada bagian punggung dan luka robek pada bagian dada sebelah kiri).

Saat ini pihak BBKSDA mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas, terutama saat melakukan aktivitas di daerah perladangan maupun perkebunan.Warga diharapkan untuk tidak beraktivitas sendirian, tetapi berkelompok, sesegera mungkin melaporkan kepada petugas dan pihak-pihak terkait lainnya bila mendengar dan menemukan tanda-tanda kehadiran binatang buas, baik Harimau Sumatera maupun satwa liar lainnya dan menghindari perbuatan yang menyebabkan terluka atau matinya satwa liar, khususnya jenis yang dilindungi undang-undang. Kecuali terpaksa untuk melindungi keselamatan diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here